Total Tayangan Laman

Selasa, 11 Desember 2012

Tugas Kosmetologi



BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang
Rambut merupakan mahkota bagi setiap orang. Sehingga perlu selalu dirawat agar terhindar dari kebotakan. Banyak cara merawat rambut agar tetap indah dan tidak mudah rusak. Memiliki rambut yang indah, lebat, sehat dan panjang merupakan dambaan setiap orang amat terlebih kaum hawa. Oleh karena itu, banyak produk-produk kosmetika yang diproduksi untuk memenuhi dan mengatasi kebutuhan tersebut. Hampir semua orang amat terlebih mempunyai kecenderungan serupa, yaitu ingin terlihat cantik dan indah untuk dipandang, sehingga membutuhkan banyak produk perawatan  kosmetik untuk memenuhi kebutuhan tersebut.
Kosmetik adalah sediaan atau paduan bahan yang untuk digunakan pada bagian luar badan (kulit, rambut, kuku, bibir dan organ kelamin bagian luar), gigi dan rongga mulut untuk membersihkan, menambah daya tarik, mengubah penampilan, melindungi supaya tetap dalam keadaan baik, memperbaiki bau badan tetapi tidak dimaksudkan untuk mengobati atau menyembuhkan suatu penyakit.













BAB II PEMBAHASAN


2.1. Kosmetika Rambut
           2.1.1. Definisi dan Tujuan Penggunaan Kosmetika Rambut
Secara umum baik teori maupun praktik tujuan penggunaan kosmetika rambut adalah untuk memelihara dan merawat kesehatan dan kecantikan kulit kepala dan rambut yang digunakan secara teratur. Menurut PERMENKES RI No. 445/MenKes/Permenkes/1998 adalah sebagai berikut: “ Kosmetik adalah sediaan atau paduan bahan yang siap untuk digunakan pada bagian luar badan (epidermis, rambut, kuku, bibir, dan organ kelamin bagian luar), gigi, dan rongga mulut untuk membersihkan, menambah daya tarik, mengubah penampakan, melindungi supaya tetap dalam keadaan baik, memperbaiki bau badan tetapi tidak dimaksudkan untuk mengobati atau menyembuhkan suatu penyakit”.
Hal ini bertalian erat dengan peraturan dan cara-cara produksi; penyimpanan dan penggunaan kosmetika rambut. Sehubungan dengan itu, maka tujuan dari penggunaan kosmetika rambut dapat dikelompokkan sebagai berikut:
a.    Melindungi kulit kepala dan rambut dari pengaruh-pengaruh luar yang merusak seperti: sinar matahari, polusi udara (debu, asap atau zat-zat kimia yang dikeluarkan pabrik, udara laut dan sebagainya).
b.    Mencegah lapisan terluar kulit kepala dan rambut dari kekeringan, terutama orang-orang yang tinggal di daerah yang iklimnya dingin seperti daerah pegunungan yang selalu lembab dan diselimuti awan.
c.    Mencegah agar kulit kepala dan rambut tidak cepat kering. Karena kosmetika rambut akan menembus ke bawah lapisan-lapisan luar dan memasukkan bahan-bahan aktif ke lapisan-lapisan yang terdapat lebih dalam.
d.    Menjaga kulit kepala dan rambut tetap dalam kondisi normal.
e.    Mengubah rupa atau penampilan, maksudnya dengan pemakaian kosmetika rambut yang sesuai dan cocok akan dapat memberikan perubahan pada penampilan seseorang.

           2.1.2. Bahan Sediaan Kosmetika dan Fungsinya
                   Berdasarkan uraian di atas yaitu dengan mengetahui definisi dari kosmetika dan tujuannya, selanjutnya perlu lagi untuk mengetahui dan memahami fungsi-fungsi dari kosmetika, agar kita dapat memanfaatkan setiap kosmetika yang diperlukan.
Bahan-bahan yang terkandung di dalam suatu kosmetika mempunyai fungsi yang berbeda-beda dimana fungsi-fungsi tersebut adalah sebagai berikut:
a.    Emulgator
Yakni suatu bahan yang memungkinkan tercampurnya lemak/minyak dengan air menjadi suatu campuran yang homogen. Emulgator ini dikenal ada 2 macam emulsi yakni emulsi w/o (water oil) artinya jumlah minyak lebih banyak daripada air, contoh; mentega.  Dan yang satu lagi disebut dengan o/w (oil water) artinya jumlah air lebih banyak daripada minyak, contoh; santan kelapa, bahan ini berfungsi untuk mengurangi kekeringan pada kulit kepala dan menyuburkan rambut. Di samping itu suatu emulgator memiliki sifat untuk menurunkan tegangan permukaan antara 2 cairan (surfactant) contoh beberapa emulgator ialah; lanolin, lilin lebah, alkohol atau aster, asam-asam lemak seperti sentil alkohol, gliseril monostearat, trietanolamena. Bahan-bahan tersebut di atas merupakan contoh bahan-bahan dasar untuk membentuk sediaan kosmetika yang berbentuk krim.
b.    Pengawet
Bahan pengawet digunakan untuk mencegah pengaruh kuman-kuman terhadap kosmetika, sehingga kosmetika tetap stabil. Sebagai bahan pengawet banyak dipakai senyawa-senyawa asam benzoat (Nipagin M, Nipagin A, Nipagin M) alkohol, formaldehyde, sorbic acid dan lain-lain.
c.    Bahan Pengikat Ion
Bahan pengikat ion yaitu bahan-bahan yang berfungsi untuk mencegah terjadinya pengendapan garam-garam kalsium dan magnesium dengan jalan mengikat ion Ca dan Mg. Ada sequestrants organik misalnya garam-garam ethylene diamine tetra acetic acid dan ada sequestrants anorganik, misalnya polyphosphates.
d.    Bahan Pelarut Deterjen
Maksudnya adalah karena deterjen tidak mudah larut dalam air, diperlukan bahan pelarut deterjen agar shampo tidak menjadi seperti awan pada saat melakukan penyampoan rambut. Bahan yang biasa dipakai adalah alkohol, glikol atau gliserol.
e.    Bahan Pengental
Bahan-bahan pengental yang biasa digunakan untuk kosmetika rambut adalah gums, polyvinyl alcohol, methylselulosa.
f.    Bahan Pembentuk dan Penstabil Busa
Bahan ini digunakan adalah untuk memberi kecemerlangan kepada rambut. Bahan tersebut antara lain faty alcohol, stearyl alcohol.
g.Bahan Pelembab Kulit Kepala dan Rambut
Bahan-bahan ini sangat berguna untuk melembabkan kulit kepala dan rambut, sehingga fungsi kulit kepala dan rambut tetap stabil. Bahan ini terdiri dari lanolin, lecithin, cetyl alcohol, oleyl alcohol.
h.    Bahan Pencemerlang Rambut
Bahan ini digunakan adalah untuk memberi kecemerlangan kepada rambut. Bahan tersebut antara lain faty alcohol, stearyl alcohol.
i.  Bahan-Bahan Aktif/Obat
Maksud bahan aktif/obat ini adalah yang dipakai untuk anti ketombe seperti selenium sulfide 1-2,5%, zinc pyrithione 2%.
j.  Antiseptik
Suatu zat yang sangat berguna untuk pembunuh hama dan kuman-kuman. Di dalam kosmetika sangat diperlukan, agar kosmetika yang dipakai aman dan tidak menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan terhadap kulit kepala dan rambut. Setiap pemakai akan lebih yakin serta percaya terhadap jenis-jenis kosmetika yang dipakainya.


           2.1.3. Manfaat Kosmetika Rambut
   Sehubungan dengan fungsi bahan-bahan kosmetika di atas, maka akan dapat diperoleh manfaat-manfaat dari kosmetika. Manfaat yang dapat diperoleh antara lain:
a.Membersihkan kulit kepala dan rambut
b.Memberikan kelembaban terhadap kulit kepala dan rambut
c.    Mencegah terjadinya perubahan kulit kepala seperti bersisik, berjamur, mengelupas dan sebagainya
d.Memberikan ketahanan dan kerapian terhadap penataan rambut
e.Menyuburkan dan memberikan kecemerlangan pada rambut
f.    Menghindari beberapa gangguan kulit kepala dan rambut

2.2. Sediaan Kosmetika Rambut
           2.2.1. Sampo
                     2.2.1.1. Asal Istilah
Dalam bahasa Inggris, istilah Shampoo digunakan pada tahun 1762 yang berarti "memijat," dari bahasa Anglo-Indian shampoo, dari bahasa Hindi champo, bentuk imperatif dari champna yang berarti "menekan, meremas otot".  Sampo yang kemudian diartikan sebagai "mencuci rambut" pertama dicatat pada tahun 1860, dan di tahun 1866 pertama kali tercatat sebagai kegiatan "membersihkan dengan menggunakan sampo"; kemudian di tahun 1954 artinya diperluas pada penggunaan karpet, perabotan, dan lain sebagainya. Semula bahan-bahan yang sering digunakan untuk sampo adalah berbagai bahan dari alam seperti sari biji rerak, sari daging kelapa, sari abu merang (sekam padi). Dewasa ini yang digunakan adalah detergen (zat sabun sintetik).

                     2.2.1.2. Fungsi Sampo
Fungsi utama dari shampo adalah membersihkan rambut dan kulit kepala, kotoran rambut termasuk sekresi alami dari kulit, kulit kepala yang terkelupas, penumpukan kotoran dari lingkungan dan sisa dari produk perawatan rambut yang digunakan oleh konsumen dan untuk membersihkan lemak (seperti sebum) dan melapisi rambut dari kotoran tersebut yang terikat pada rambut dan kulit kepala. Setelah aksi pembersihan sempurna dapat memberikan kepuasan bagi pemakai. Shampo akan menghasilkan rambut yang lembut, berkilau, dan mudah diatur. Formulasi dari shampo dapat pula berupa campuran yang ditekankan untuk beberapa kemampuan khusus seperti meminimalkan rasa perih pada mata, mengontrol ketombe atau memberikan keharuman yang menarik untuk bau wangi yang dapat diterima.
Syarat sampo yang baik adalah:
a.    Dapat menghilangkan kotoran-kototan rambut.
b.    Busa dapat terbentuk segera dan mudah dihilangkan dengan pembilasan.
c.    Tidak bersifat iritasi pada mata dan kulit kepala.
d.    Kemampuannya berbusa dalam air sadah
e.    Harus mudah dihilangkan dengan pembilasan, rambut lembut, kemilau, wangi.

                     2.2.1.3. Bentuk Sedian dan Jenis-Jenis Sampo
Sampo dapat dikemas dalam berbagai bentuk sediaan, bubuk, larutan jernih, larutan pekat, larutan berkilat, krim, gel, atau aerosol dengan jenis:
a.    Sampo dasar (basic shampoo), yaitu sampo yang dibuat sesuai dengan kondisi rambut, kering, normal, berminyak, berketombe.
b.    Sampo bayi (baby shampoo), yaitu sampo yang tidak menggunakan bahan yang mengiritasi mata dan mempunyai daya bersih sedang karena kulit dan rambut bayi masih minim sebumnya.
c.    Sampo dengan pelembut (coditinioner), 2 in 1, 3 in 1.
d.    Sampo profesional; yang mempunyai konsentrasi bahan aktif lebih tinggi sehingga harus diencerkan sebelum pemakaian.

                     2.2.1.4. Kandungan Sampo
                                   2.2.1.4.1.  Surfaktan
Surfaktan adalah bahan aktif sampo yang berupa deterjen pembersih sintesis yang cocok untuk kondisi rambut pemakai. Deterjen bekerja dengan cara menurunkan tegangan permukaan cairan karena bersifat amfibilik, sehingga dapat melarutkan kotoran yang melekat pada permukaan rambut. Biasanya dipilih surfaktan anionik yaitu fatty alcohol sulfate, antara lain:
a.    Lauril sulfat (natrium, amonium, trietanolamin), merupakan pembersih yang baik namun mengeraskan rambut.
b.    Lauret sulfat (natrium, amonium, trietanolamin), pembentuk busa yang baik dan kondisioner yang baik.
c.    Sarkosinat (natrium lauril, lauril), daya bersih kurang, kondisioner yang baik
d.    Sulfasuksinat (dinatrium oleamin, natrium dioktil), pelarut lemak yang kuat untuk rambut berminyak.
Biasanya digunakan lebih dari satu surfaktan dalam sampo, yang utama disebut surfaktan primer, selebihnya adalah surfaktan pelengkap atau sekunder. Surfaktan yang dipilih dapat dari golongan yang sama atau dari golongan surfaktan lain.

                                   2.2.1.4.2.  Pelembut (Conditioner)
Pelembut membuat rambut lebih mudah disisir dan diatur oleh karena dapat menurunkan fraksi antar rambut, mengkilapkan rambut oleh karena memperbaiki refleksi cahaya yang mengenai batang rambut, dan memperbaiki keadaan rambut yang rusak akibat overshampooed, overdried, overbrushed, overcombed, keriting, pewarna, pemutih, atau styling yang menyebabkan kerusakan pada korteks rambut yang merupakan kekuatan dari rambut. Bahan pelembut yang sering digunakan adalah lemak, protein, polimer atau silikon, adeps, lanolin, oleialkohol, dan asetogliserida.

                                   2.2.1.4.3.  Pembentuk busa
Pembentuk busa adalah bahan surfaktan yang masing-masing berbeda daya pembuat busanya. Busa adalah emulsi udara dalam cairan. Kemampuan membentuk busa tidak menggambarkan kemampuan membersihkan. Busa yang terbentuk akan segera terikat dengan lemak sebum sehingga rambut yang lebih bersih akan menimbulkan busa yang lebih banyak pada pengulangan pemakaian shampoo. Busa yang terbentuk lazim diberi penguat yang menstabilkan busa agar lebih lama terjadi, misalnya dengan menambahkan alkanolamid atau aminoksida.

                                   2.2.1.4.4.  Pengental (thickener) dan Pengeruh (opacifier)
Bahan ini ditambahkan untuk menyenangkan konsumen, keduanya tidak menggambarkan daya bersih dan konsentrasi bahan aktif dalam sampo. Zat pengental biasanya gom sintetik/alam : tragakan, gom akasia, hidroksietilselulosa.

                                   2.2.1.4.5 Pemisah Logam
Dibutuhkan keberadaannya untuk mengikat logam berat (K, Mg) yang terdapat dalam air pencuci rambut, misalnya etilen diamin tetra asetat (EDTA).

                                   2.2.1.4.6 pH Balance
Diperlukan agar menetralisasi reaksi basa yang terjadi dalam penyampoan rambut, misalnya asam sitrat.

                                   2.2.1.4.7 Pemberi Warna dan Bau
Bahan ini ditambahkan untuk memberi kesan nyaman bagi konsumen yang memakai.

                                   2.2.1.4.8 Bahan Tambahan
a.    Pengawet, misalnya: Formaldehid,metilhidroksibenzoat, propilhidroksibenzoat, alkil anisol, butil hidroksi benzoate.
b.    Antiketombe, misalnya : tar, sulfur, seng pirition, dan selenium sulfida (mencegah segum yang menyebabkan rambut pecah dan berketombe).
c.    Vitamin (vitamin E, antenol/B5).
d.    Minyak mink, rempah-rempah, minyak kelapa, llilin.
e.    Protein (RNA, kolagen, plasenta, susu).
f.     Balsam, wortel, madu, jojoba, aloe (lidah buaya)


           2.2.2. Hair Tonic
Salah satu perawatan rambut yang efektif adalah dengan menggunakan hair tonik, kenapa menggunakan hair tonik  karena hair tonik memang sudah terbukti manjur dan mujarab sejak jaman dulu membantu rambut manusia menjadi lebih sehat, namun tidak semua hair tonik bagus untuk rambut, karena beberapa hair tonik, jika memakai terlalu sering malah membuat rambut jadi kering bahkan rusak, kepala jadi gatal. Hair tonic merupakan kosmetik perawatan kulit kepala dan rambut yang digunakan setelah keramas atau kulit kepala dalam keadaan bersih.

           2.2.3. Cara Penggunaan Hair Tonic
Cara penggunaan hair tonic diteteskan pada kulit kepala, kemudian dipijat-pijat sehingga cairan meresap dan merata tanpa perlu dibilas.  Ada baiknya pemakaian hair tonic dilakukan dua kali sehari yaitu pagi dan malam hari. Pemakaian malam hari sebaiknya dilakukan menjelang tidur agar kinerja hair tonic lebih maksimal. Pastikan kondisi rambut dan kulit kepala anda bersih dan bebas minyak, pijat lembut kepala anda sebelum menuangkan hair tonik, gunanya agar pori-pori kepala anda lebih terbuka sehingga peresapan hair tonik akan lebih cepat dan efektif.
Pada saat pemijatan perhatikan kuku jari tangan anda. Jika anda memiliki kuku yang panjang pastikan kuku jari tangan anda tidak melukai kulit kepala anda. Atau kuku jari tangan anda dipotong akan lebih baik. Selalu perhatikan untuk memperlakukan rambut anda selembut mungkin.
Setelah proses tersebut di lakukan tuangkan hair tonik di kepala anda atau lebih bagus gunakan botol spray, dengan penggunaan spray anda akan jauh berhemat, dan akan lebih merata, jika hir tonik sudah di spray di kepala pijat kepa dan kembali dengan lembut agar hair tonik betul betul meresap ke folikel rambut.

           2.2.4. Manfaat Hair Tonic
Manfaat hair tonic antara lain merangsang pertumbuhan rambut, mencegah kerontokan rambut, menghilangkan ketombe (medicated tonic), mempertahankan warna rambut dari kepudaran, sumber nutrisi rambut, memperbaiki rambut kusam, dan kering menjadi lebih sehat berkilau.

           2.2.5. Macam-Macam Hair Tonic
Berikut ini macam-macam hair tonic yang ada di pasaran :
a.    Hair Tonic Anti Ketombe
Mengontrol ketombe dan merawat kulit kepala dengan menghampat dan mematikan populasi jamur Malassezia yang merupakan cikal bakal ketombe, memperlambat prolifera sel kulit kepala, dan mengurangi aktivitas kelenjar sebasea kulit kepala.
b.    Hair Tonic Ginseng
Memperkuat rambut rapuh dan mengembalikan kelembaban rambut kering. Saripati ginseng bahkan mampu menyuburkan rambut yang tidak tumbuh dalam jumlah yang normal. Agar kesehatan rambut tetap terjaga, ginseng mengandung Pro Vitamin B5, UV Filter, dan memperkuat akar rambut.
c.    Hair Tonic Green Tea
Melembutkan rambut, mengangkat sel-sel kulit mati pada rambut, meningkatkan elastisitas rambut & menyuburkan rambut. Hair Tonic Green Tea yang berbahan dasar Teh Hijau sangat cocok untuk mengurangi lemak dan mencegah selulit pada wanita / pria. Green Tea, mengangkat sel-sel kulit mati, mengurangi bekas luka, flek-flek, mencegah selulit, mencegah kanker kulit, memberi nutrisi pada kulit, memperbaiki sirkulasi O2 dan peredaran darah tepi, memutihkan kulit, menjaga kelembaban kulit, mencegah kulit keriput & mengandung antioksidan.
d.    Hair Tonic Henna
Membuat rambut lembut, sehat, hitam & mengkilat. Henna, pewarna rambut dari bahan alami tumbuhan ini biasanya digunakan untuk pewarnaan rambut permanen. Henna terbukti tidak akan merusak rambut. Henna sangat bagus untuk rambut kusam, kurang sehat, kurang hitam alami, memberikan warna permanen yang cantik pada rambut
e.    Hair Tonic Herbal
      Menjaga rambut dan kulit kepala tetap bersih dengan menormalkan fungsi kelenjar minyak pada kepala tetap bersih, melembabkan dan memberi nutrisi pada rambut.
2.3 Contoh Formulasi
           2.3.1. Sampo
R/ Na lauryl Sulfat               25
As Stearat                              0,70
NaOH                                     0,10
Bio Sulfur                              0,2
Air                                           65
Pengawet dan parfum        q
           2.3.2. Hair Tonic
Contoh formula Hair Tonic dalam salah satu produk dipasaran yaitu Good hair tonic anti dandruff ialah:
Ø  D- Panthanol
Ø  PEG-40
Ø  Hydrogenated Castro Oil
Ø  Tricedeth 9
Ø  Propylene glikol
Ø  Climbazole
Ø  Parfume
Ø  Menthol
Ø  Diazolidinyl urea
Ø  Methyl parabean
Ø  Prophyl parabean
Ø  Cl. 42090
Ø  Aqua
Ø  Alcohol

2.4. Efek Samping
           2.4.1. Sampo
Begitu banyak sampo yang tersedia, seringkali malah membikin bingung untuk memilihnya. Ada sampo yang menjanjikan rambut menjadi “indah bagai model” ada pula yang sanggup membuat rambut “selembut sutera berkilau seindah permata”. Bila pili­han tidak sesuai dengan jenis rambut malah bisa mengakibatkan mahkota kita itu menja­di rontok suram atau iritasi kulit kepala.
Salah satu penyebab efek samping dari sampo adalah  efek samping dari deterjen. Pada umumnya sampo yang beredar di pasaran mengandung bahan aktif berupa deterjen. Karena sifatnya yang alkalis alias basa pada waktu kita bersampo batang-batang rambut akan mengembang sehingga sel‑sel menjadi terbuka. Pada saat itulah deterjen mempunyai kesempatan untuk masuk dan menyapu semua kotoran yang melekat.
Sayangnya deterjen ini berpengaruh buruk bagi kulit kepala maupun rambut kare­na mampu mengikis lapisan minyak menjadi hilang sama sekali. Padahal, bagaimana pun juga lapisan minyak ini tetap dibutuhkan oleh kulit untuk melindunginya dari bakteri yang dapat merugikan kesehatan. Sedan­gkan hilangnya lapisan minyak pada batang rambut menyebabkan rambut menjadi kusam mu­dah patah, kusut dan susah disisir.
           2.4.2. Hair Tonic
Penggunaan obat rambut atau hair tonic juga harus tepat dan sesuai. Sebab, apabila tidak terkontrol, justru rambut juga akan tumbuh di tempat yang tidak diinginkan. Sementara untuk obat yang minum harus dibatasi karena dapat menyebabkan libido menjadi turun. Beberapa obat-obatan penyubur rambut juga dapat menimbulkan efek sakit kepala, berdebar-debar (agitasi), cemas dan pada beberapa orang bisa timbul efek depresi.
Apabila penggunaan obat-obatan minum dapat menimbulkan efek samping yang tidak diinginkan, namun untuk penggunaan hair tonic ataupun produk yang mengandung zinc sebenarnya tidak menyebabkan masalah. Kecuali jika Anda alergi terhadap suatu bahan yang dioleskan, misalnya alergi dengan ginseng.
Apabila menggunakan hair tonic atau obat, rambut mengalami alergi sebaiknya dihentikan. Pasalnya, alergi menyebabkan gatal, yang justru memicu iritasi atau peradangan, yang disebut dermatitis kontak. Tanda dari terkena dermatitis kontak adalah seperti halnya ketombe, yaitu gatal, bersisik dan luka. Kondisi tersebut bukan ketombe namun iritasi terhadap bahan yang dioleskan. Apabila hal ini dibiarkan saja, maka lambat laun akan membuat rambut menjadi rontok.
BAB III PENUTUP

3.1. Kesimpulan
Dari hasil pembahasan dapat di simpulkan sebagai berikut:
1.    Definisi kosmetik menurut RI No. 445/MenKes/Permenkes/1998 adalah sebagai berikut “ Kosmetik adalah sediaan atau paduan bahan yang siap untuk digunakan pada bagian luar badan (epidermis, rambut, kuku, bibir, dan organ kelamin bagian luar), gigi, dan rongga mulut untuk membersihkan, menambah daya tarik, mengubah penampakan, melindungi supaya tetap dalam keadaan baik, memperbaiki bau badan tetapi tidak dimaksudkan untuk mengobati atau menyembuhkan suatu penyakit”.
2.    Tujuan utama penggunaan kosmetik rambut pada masyarakat modern adalah untuk kebersihan pribadi, meningkatkan daya tarik, meningkatkan rasa percaya diri dan perasaan tenang, melindungi rambut dari kerusakan sinar UV, polusi dan faktor lingkungan yang lain dan secara umum, membantu seseorang lebih menikmati dan menghargai hidup.
3.    Dalam hal pemilihan produk kosmetika rambut terutama Sampo dan Hair Tonik harus memperhatikan kondisi dan jenis rambut pemakai, karena apabila penggunaannya tidak sesuai maka akan menimbulkan banyak efek samping.








DAFTAR PUSTAKA

Anonim. 2012 .Diktat Kosmetik . http://id.scribd.com/doc/92173039/diktat-kosmetik-1 .Diakses tanggal16 November 2012.
Anonim2. 2012. Efek Samping Penggunaan Obat dan Hair Tonic.  http://www.peaceofmindmc.com/2012/09/efek-samping-dari-penggunaan-obat-dan-hair-tonic/. Diakses tanggal 17 November 2012
Anonim3. 2012. Kosmetik Rambut. http://id.scribd.com/doc/86194698/kosmetik-rambut. Diakses tanggal 18 November 2012
Kumar, Ashok., Mali, Rakesh Roshan., 2010, EVALUATION OF PREPARED SHAMPOO FORMULATIONS AND TO COMPARE FORMULATED SHAMPOO WITH MARKETED SHAMPOOS, International Journal of Pharmaceutical Sciences Review and Research, Volume 3, Issue 1, July – August 2010; Article 025. Diakses tanggal 21 November 2012
Wasitaatmadja SM. 1997. Penuntun Ilmu Kosmetik Medik. Jakarta: UI Press. 266-300.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar